Diposkan pada Uncategorized

Jangan Terbalik

Ramai kulihat kini sebagian kecil menempatkan sesuatu tidak sesuai pada tempatnya. Yang sering kulihat adalah dalam perkara nasehat. 

Yang dituntut untuk lemah lembut dalam menasehati itu yang menasehati, adapun yang dinasehati maka kewajibannya adalah berinstrospeksi diri terlepas dari cara si penasehat menasehatimu. Yang harus kau lakukan hanyalah diam sejenak, pahami isi nasehatnya ketika yang dikatakan adalah kebenaran. Jangan buru buru kau berdalih dengan mengatakan kepada si penasehat “yang hikmah kalau menasehati dong”. Aku rasa itu bukan ranahmu. Itu ranah orang lain yang harus menyampaikan kepada si penasehat. 

Nasehat itu layaknya obat, sepahit apapun telanlah, jangan muntahkan. tahan. Tunggulah reaksinya. Semoga Allah memberikan hidayah layaknya obat yang kita makan, kita mengharap kesembuhan dengan wasilah obat atas izin Allah. 

Iklan
Diposkan pada Uncategorized

Pindahan

Pindahan itu seru, ada yang harus dibuang, ada yang bisa ditata ulang,  tapi ada juga yang perlu ditata ulang. Begitulah kalau seseorang baru akan datang

(Teman imaji)

Diposkan pada Uncategorized

Pikullah.. Meskipun Terasa Berat

Syaikh Ali Thantawi -rahimahullah- pernah mengatakan: “Bila ada yang berkata padamu, “Kemarilah… kami akan menjadikanmu raja, semua keinginanmu akan kami penuhi, entah itu harta, segala kesenangan, termasuk wanita. Segala yang terbersit dalam benakmu akan kami beri. 

Tapi semua itu hanya untuk sebulan saja, setelah itu kami akan membunuhmu dengan cara yang kasar, lalu membakarmu.
Apakah kamu mau menerima tawaran ini….?

Ataukah engkau akan berkata: “Sekali-kali tidak, aku tidak mau… Apa gunanya menjadi raja selama sebulan dengan imbalan kematian.? Begitulah kelezatan dunia yang haram, bahkan perumpamaanku terlalu sederhana dibanding kenyataan yang sesungguhnya.
Kesenaganmu akan berakhir, setelah itu tak ada lagi rehat.. Engkau akan dihisab dengan perhitungan yang sangat teliti, lalu dicampakkan ke dalam neraka.
Maka pikullah perintah agama meskipun terasa berat, karena itu lebih ringan ketimbang harus memikul beratnya adzab pada hari kiamat. (Fi Maaidatil Ifthar)
Catatan: 

Berapa lamakah kita akan berpuasa..?

Al-Qur’an menjawab,
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ .

“Yaitu pada hari-hari yang berbilang”. Frasa ayat diatas menunjukkan bahwa waktunya tidak lama dan akan cepat berakhir. 

Itu artinya, lapar dan dahagamu hanya sebentar, setelah itu hanya ada pahala  dan kegembiraan yang menantimu saat pertemuan dengan sang Kholiq nanti.

Oleh karena itu manfaatkanlah hari-hari yang berbilang itu dengan sebaik-baiknya.
__________________

Gorontalo 3 Ramadhan 1438 H

ACT El Gharantaly
telegram: @actelgharantaly

Diposkan pada Uncategorized

Bersemangatlah wahai kamu

Jika kamu merasa hafalanmu cepat lupa, sulit memahami, tidak bisa baca cepat. Ketahuilah bahwa itu adalah suatu penyakit dan penyakit itu bisa disembuhkan. Caranya.

1. Perbaiki niat, luruskan niat krn Allah

2. Berusaha sungguh-sungguh, Tawakal.

3. Memanfaatkan waktu.
 
(Faedah kajian Rambu Rambu di Jalan Penuntut Ilmu oleh Ustadz Aris Munandar) 

Diposkan pada Info dan Tips

Chanel Telegram

Sumber gambar : Ganoos.com

Telegram adalah salah satu aplikasi messenger dari sekian banyak pilihan di playstore yang mulai populer akhir akhir ini. Adanya fasilitas yang bernama chanel memudahkan untuk memperoleh informasi. Disamping fungsinya juga untuk chat tentunya.  Nah saya memanfaatkan aplikasi ini untuk memperoleh informasi mengenai kajian islam, baik itu berupa info jadwal kajian, audio kajian, poster nasehat maupun artikel. Bagi yang memanfaatkan aplikasi telegram untuk hal yang sama seperti saya dan mungkin masih bingung mencari chanel. Berikut saya merekomendasikan beberapa chanel yang saya ikuti.

1. Twit Ulama: https://telegram.me/twitulama

2. Yufid.TV : https://telegram.me/yufidtv

3. Audio Kajian Sunnah : https://telegram.me/AudioKajianSunnah

4. Kajian Jogja : https://telegram.me/kajianjogja

5. Muslimah.or.id : https://telegram.me/muslimahorid

6. Ma’had Umar bin Khattab Yogyakarta : https://telegram.me/mubkjogja

7. Muslimafiyah.com : https://telegram.me/muslimafiyah

8. KonsultasiSyariah : https://telegram.me/KonsultasiSyariah

9. Ilmfirst : https://telegram.me/ilmfirst

10. Tiga Landasan Utama : Catatan ringkas penjelasan kitab “Al Ushul Ats Tsalasah” karya Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu dengan menggunakan beberapa penjelasan para ulama’. : https://telegram.me/tigalandasan

11. Bincang Parenting Fauzil Adhim : https://telegram.me/MohammadFauzilAdhim

12. Murottal Muflih Safitra : https://telegram.me/MUROTTALJUZ30

13. Channel kajian & tulisan Ustadz Muflih Safitra: https://telegram.me/muflihsafitrabalikpapan

14. Indonesia Bertauhid : https://telegram.me/indonesiabertauhid

Wih, MasyaaAllah banyak juga ya. Sebenarnya masih banyak chanel, saya disini hanya merekomendasikan sebagian kecil saja. Mungkin sebagian akan bertanya. Apa itu ndak berisik ya mba?. Ooo tenang saja ada fasilitas mute. Tinggal di klik saja. Jadi cukup di cek saja tanpa terganggu suara notifikasinya.

Tampilan salah satu chanel di Telegram yaitu Twit Ulama

Semoga bermanfaat. Barakallahu fiik.
Kota Beriman 19/11/2016

Diposkan pada Tulisanku

Suka beli buku? 

Biasanya kalau intensitas memegang gadget lebih sering daripada pegang buku maka itu tanda malas sedang menyerang. Untuk menaikan semangat, saya memilih membaca buku buku motivasi dengan tema semangat membaca. Sementara ini yang saya punya baru “gila baca ala ulama”.

Saya ini tipe orang yang membaca buku ndak urut. Dari belakang ke depan. Depan ke belakang. Duh. Nah buku “gila baca ala ulama” ini sebenarnya sudah dibaca berulang kali tapi ndak tamat tamat. Soalnya bacanya random. Jadi suka lupa bagian ini sudah dibaca apa belum ya ckckck.ketauan isinya belum ‘mengkristal di hati’ (pinjam istilah teman)

Nah pagi ini ketika dibaca lagi ada faedah baru yang cukup menohok. *uhuk. Iya.

Oke cukup sekian dan terima gaji.
Purworejo berirama. 10-11-2016

Diposkan pada Tulisanku

Teman dan Penerang

screenshot_2016-09-07-14-01-41-01

Kala malam menjelang jalan ini berubah gelap karena sudah tak lagi diterangi lampu. Suatu waktu aku keluar ke warung dan mau tak mau harus melewati jalan ini.
Takut? Iya.
Aku selalu meminta adik kecilku menemani. Dek ica namanya. Tangan kiriku menggandeng tangan kecil adikku. Tangan kananku memegang senter untuk menerangi jalan kami ketika melewati gang tersebut.
Masih takut? Tidak.
Aku merasa aman karena ada yang menemani dan menerangi. Seketika aku berpikir. Kelak bukankah seperti itu perjalanan pertama setelah dunia. Gelap sendiri. Siapa pula yang tak takut. Maka siapa kiranya yang akan menemani dan menerangi kelak? Tidakkah kau memikirkan itu dan mempersiapkannya?
Bergidik setiap kali mengingatnya. Jalanku tetiba gontai.